Wednesday, January 14, 2009

Misteri di balik plastik

Kuliah dari jam 7 pagi mpe jam 11 siang langsung lanjut praktikum hingga sore, jika haus dan laper ya terpaksa deh harus puasa dulu, karena memang kantin letaknya lumayan jauh, untuk itu botol berisi air mineral menjadi andalan, ya setidaknya untuk sementara mampu mengatasi rasa dahaga, jika lapar ya tahan dulu hingga waktu istirahat praktikum. Botol air yang aku gunakan berbahan plastic, biasanya yang sudah tersedia di rumah yah tinggal isi ulang aja..weits sebelum aku tahu maksud simbol yang ada di bawah botol tersebut aku sering menggunakannya hingga beberapa kali tapi setelah tahu...ihh jadi ngeri juga.

Bahan dasar plastik atau polimer sebenarnya dari produk samping proses kracking minyak bumi yang setelah melalui proses polimerisasi menghasilkan polimer. Biasanya berbentuk bubuk putih. Setelah proses lebih lanjut akan dihasilkan produk jadi plastic, yang selanjutnya diproduksi menjadi tas plastic, botol minum, box makan, dot, peralatan makan dan masih banyak lagi produk lain berbahan plastic. Memang tidak dapat dipungkiri produk berbahan plastik sangat lekat dengan kehidupan manusia untuk itu limbahnya sangatlah banyak dan ini menjadikannya sebagai bahan pencemar tercepat bagi bumi. Terlebih lagi plastik tidak dapat terurai dalam jangka waktu seribu tahun kemudian.
Selain itu plastic mengandung bahan kimia yang bebahaya gai kesehatan, salah satunya adalah Bisphenol A (BPA). Bahan ini mampu merangsang pertumbuhan sel kanker atau memperbesar risiko keguguran kandungan.

Untuk mengatasi hal tersebut maka kita perlu mencermati kode yang tertera pada produk berbahan plastik. Pengkodean tersebut dimaksudkan untuk perlindungan konsumen, karena sebagai konsumen, kita pantas mendapat perlindungan kualitas. Tetapi kita juga patut melakukan identifikasi sendiri terhadap jenis bahan plastik yang digunakan. Kode yang mengacu standar AS ini biasanya ada di bagian bawah wadah plastik berupa cetakan timbul bergambar panah yang membentuk segitiga dengan sebuah angka di dalamnya. Angka ini menunjukkan jenis plastik dan penggunaannya.
Di bawah panah yang membentuk segitiga itu, kadang dicantumkan inisial kandungan kimianya. Mari kita perhatikan jenis pastik dan penggunaannya:


#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa digunakan untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas karena botol tersebut mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat terurai, keluar dan bercampur dengan air panas yang kita masukkan ke dalam gelas/botol tsb. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.
Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Untuk itu, jika ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan kita.
Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya. Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang. Semoga informasi ini bermanfaat.





No comments: